• Imi Surapranata

Yuki Japanese Restaurant, Little Tokyo Blok M : Casual dining dengan atmosfer Jepang yang kental

Siang kemarin suami mengajak untuk mengunjungi kawasan Blok M, kawasan yang dulunya sedikit kumuh dan tidak terawat itu memang kini di sulap menjadi area untuk tempat nongkrong anak-anak muda di kawasan m-bloc, dan jejeran restoran dan bar Jepang yang berjejer di daerah little Tokyo. Berlokasi dekat dengan stasiun MRT dan halte busway, area ini kini menjadi area yang sangat popular dengan banyak tersedianya beragam café dan restoran serta spot-spot unik yang instagrammable. Konsepnya menarik, dari luar terlihat seperti pertokoan tua khas izakaya yang berjamur di sekitar eki (stasiun kereta) membawa saya bernostalgia kembali ke saat-saat masih tinggal di Jepang beberapa tahun lalu. Seperti halnya nomi-ya di Jepang, area little Tokyo pun tampak sepi ketika siang hari namun menjadi hidup ketika malam hari.


Siang itu kami mengunjungi salah satu restoran di area little Tokyo, yaitu Yuki Japanese Restaurant. Dari luar memang tidak terlihat mewah, area lantai satunya pun hanya area penerimaan tamu dan dapur yang tertutup. Untuk masuk ke restorannya, kami harus menaiki tangga kecil yang tinggi, seakan mengingatkan pada kedai-kedai di Jepang yang harus melewati tangga-tangga curam. Area lantai dua adalah area restoran, di desain unik dengan suasana Jepang yang kental, dimana setiap meja di batasi oleh partisi kayu khas Jepang yang memberikan ruang privasi sendiri.

Area makannya pun dibuat dengan style horigotatsu, dimana meja di buat rendah namun ada area lubang tambahan di bawah kaki untuk meluruskan kaki. Area makan terbuat dengan lantai kayu dengan taman Jepang kecil di hampir setiap pojokan. Restoran dibuat dengan suasana remang-remang, bahkan ketika kami membuka tirai untuk melihat pemandangan luar, pelayan meminta untuk menurunkan kembali, karena cahaya matahari dari luar merubah konsep tenang restoran yang remang-remang.


Kami memesan beberapa makanan, di antaranya adalah aburi wagyu yukhoe, wakame salad, zaru soba, Miso soup, donburi, catfish kabayaki, negi toro maki dan juga gyoza. Untuk minumannya sendiri, selain ocha, saya juga memesan ginger ale, mengingatkan saya kembali pada tradisi nomikai di Jepang dahulu. Nomikai sendiri adalah budaya minum-minum selepas kerja untuk menjalin komunikasi antar pekerja. Karena saya tidak meminum alkohol, saat nomikai saya selalu memesan ginger ale.


Untuk makanannya sendiri sebenarnya beberapa makanan tidak berbeda jauh dengan restoran Jepang pada umumnya. Negi toro maki, miso soup dan wakame salad mungkin menu yang biasa dan umum di jumpai di restoran Jepang. Tapi cobalah aburi wagyu yukhoe jika datang ke restoran ini. Menu ini merupakan menu khas dari Yuki, yaitu potongan daging wagyu tipis yang di sajikan dengan telur rebus setengah matang dan saus soy kemudian di bakar menggunakan torch di depan mata kita sesuai dengan tingkat kematangan yang kita inginkan. Saya menginginkan tingkat kematangan medium well, sehingga hasilnya adalah daging wagyu yang tipis namun empuk dan juicy, dengan pinggiran yang krispi dan terasa gurih di tambah kuning dari telur setengah matang yang manis dan kental.


Saya juga memesan zaru soba, soba dingin yang disajikan dengan saus soy dan wasabi di atas zaru/bamboo strainer. Rasanya sangat autentik seakan-akan kita mencicipi zaru soba di izakaya Jepang saat musim panas. Rasanya sudah lama sekali saya tidak memakan zaru soba yang memiliki rasa otentik di Indonesia. Gyozanya pun unik, kalau biasanya gyoza akan di masak terpisah, di Yuki gyoza di masak menempel sehingga terlihat seperti bunga yang sedang mekar. Gyozanya sendiri juicy dengan rasa jahe yang tidak terlalu kuat.


Yang saya kurang suka mungkin adalah menu catfish kabayaki. Saya sebenarnya ingin memesan belut, tapi karena harganya yang cukup mahal sementara kami ingin memesan cukup banyak menu, akhirnya saya menurunkan standar pesanan ke catfish yang memiliki struktur seperti belut. Tapi ternyata belut dan lele memiliki rasa yang jauh berbeda ya? :)


Saya suka sekali dengan konsep dan makanan yang disediakan di Yuki, mampu mengobati rasa rindu kami akan Jepang yang tidak bisa terpenuhi karena pandemi ini. Di tambah kami juga mendapatkan bonus es krim mochi dengan pilihan rasa strawberry dan vanilla. Pilihan menu penutup yang sangat pas setelah makan berat yang cukup banyak.


Yuki Japanese Restaurant

Jl. Melawai 6 No.8, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160


Price : kurang lebih 100.000-200.000 per-orang

0 komentar