• Imi Surapranata

NAMELAKA, dessert unik dengan rasa luar biasa

Diperbarui: 8 Jan 2019

Liburan tahun baru kemarin, Rana sedang tidak ingin jalan kemana-mana, dia lebih mau main di rumah teteh (anak dari supir). Okelah, berarti mama dan babanya punya waktu untuk ngedate berdua. Awalnya saya dan suami ingin pergi ke bioskop dan menonton, tapi melihat ternyata film yang kami incar sudah penuh, kami memutuskan untuk berburu kuliner di Jakarta, memanfaatkan jalanan ibu kota yang sedang lengang saat libur tahun baru.


Kebetulan saya sedang ingin makan di tempat yang fancy dengan makanan yang tidak biasa. Dulu saat kami tinggal di Jepang, kafe-kafe dan bakery di Jepang selalu membuat inovasi dari penyajian makanannya tanpa merubah kualitas dari rasa. Sayangnya sejak balik ke Jakarta saya belum menemukan tempat makan yang mementingkan rasa dan penampilan di bandingkan keuntungan.


Saya mencoba berkonsultasi dengan mbah google, kebetulan si mbah merekomendasikan kafe yang bernama NAMELAKA, letaknya di daerah menteng. Foto-foto yang ditampilkan pun kelihatannya menarik, bukan seperti cake-cake pada umumnya yang biasa di jual di mall-mall. Berbekal saran dari mbah google, meluncurlah saya dan suami kesana.


Tempatnya tidak terlalu sulit untuk untuk dicari, terletak di pinggir jalan, mungkin karena Jakarta sedang tidak macet juga sehingga kami mudah untuk menemukannya. Kami tiba di gedung kecil yang memang sepertinya khusus untuk pecinta kuliner, shophaus namanya. Tempatnya cukup ramai sementara namun sayangnya parkir yang tersedia hanya sedikit, akhirnya saya dan suami memutuskan menggunakan jasa vallet.


suasana lantai satu shophaus, tepat di depan namelaka

Namelaka terletak di lantai satu, tempatnya kecil, namun fancy. Hanya ada satu meja kecil di dalamnya, mungkin memang di rancang agar pembeli dapat makan di sekitar shophaus yang memang terdiri dari beberapa gerai-gerai khusus dessert. Saya dan suami memutuskan untuk mencoba tempat lain di lain waktu saja, hari ini kami hanya ingin mencoba dessert di namelaka. Ada beberapa desert yang sudah terjejer rapih di etalasa toko. Saya bertanya hidangan apa yang khas dari namelaka, mba penjaga mengatakan chous signature-nya sangat khas dari namelaka. Suami saya tertarik mencoba, saya tidak. Pasalnya, choux atau sus itu saya masih bisa membuatnya. Saya ingin mencoba hidangan lain yang saya belum bisa saya buat


saya lupa memfoto chouxnya, namun kue yang bulat-bulat dibelakang itu adalah chouxnya namelaka

Akhirnya suami memilih mango lassi choux dan saya memilih noella, kue kecil berwarna merah dan cantik..


noella

Saya mencicipi noella terlebih dahulu, rasanya… enak! Mungkin ini pertama kalinya saya mencicipi hidangan di Jakarta yang tidak terasa murahan sejak pulang ke Indonesia ini. Kebanyakan tempat makan yang di rekomendasikan ke saya menurut saya terlalu banyak menggunakan essens sehingga malah merusak rasanya. Noella ini terasa ringan, manis namun tidak membuat enek. Sepertinya noella ini terdiri dari mousse, jelly dan cake yang ringan yang disatukan, entahlah.



Kemudian saya mencicipi mango lassi choux-nya namelaka ini, pilihan suami saya. Rasanya cukup enak untuk choux, krimnya ringan dan tidak padat, seperti meleleh di mulut. Rasanya pun rasa buah alami, bukan rasa khas essens murahan. Kulit chouxnya pun lembut, namun saya memang kurang begitu suka topping craquelin atau sablenya.



mango lassi choux, ini foto saya ambil dari situsnya langsung karena memang tidak sempat memfoto

Konon chef yang membuat kue-kue di namelaka ini lulusan sekolah kuliner di melbourne, Australia. Wah, pantas rasanya enak sekali.




So far, saya suka kedua kue yang kami pesan di namelaka ini. Kami mendapatkan satu teko green tea karena membeli 3 buah kue (satu saya bungkus buat Rana tapi tidak sempat saya foto karena begitu pulang langsung dihabiskan oleh Rana).


Wah, kunjungan ke namelaka kali ini membuat saya dan suami tertarik untuk mencari kuliner-kuliner lain di Jakarta yang kurang diketahui banyak orang (karena tidak terletak di mall atau karena cabangnya tidak banyak?). Tapi saya secara pribadi berpendapat, ketika suatu tempat makan membuka cabang, cita rasanya biasanya sudah berubah dan tidak lagi menarik untuk dicicipi.


Namelaka Patisserie,

Jl. Teuku Cik Ditiro No.36, RT.10/RW.5, Menteng


Jadi,

- Apakah saya merekomendasikan tempat ini untuk orang lain? Tentu saja, saya menulisnya disini bukan?

- Apakah saya akan kesini lagi dan repeat order, maybe, karena dari Depok ke Menteng kalau bukan saat liburan saya harus berpikir dua kali. Tapi kalau tidak ada macet, absolutely.

- Apakah rasa sesuai dengan harga? YA! Menurut saya dengan rasa yang disajikan, harganya tidaklah terlalu mahal

- Harga? $$