• Imi Surapranata

Mencari 'pantai pribadi' di sepanjang Pantai Laut Selatan; Tips ber-wisata saat pandemik



Rana sangat menyukai pantai. Sayangnya, sejak masa PSBB di longgarkan, hampir semua orang berbondong-bondong ke tempat wisata, termasuk pantai. Suasananya menjadi sangat ramai, penuh orang, dan tidak sedikit yang mengacuhkan protokol kesehatan. Padahal pandemi masih ada dan kasusnya pun masih banyak.


Tapi kemudian saya berpikir, secara matematika, garis pantai laut Indonesia itu sangat panjang. Pun kalau kita membaginya dengan 200 juta sekian warga Indonesia, seharusnya lebih dari cukup untuk setiap WNI memiliki spot pantai pribadi tanpa harus berdesakan dengan orang lain bukan?


Maka dengan berbekal teori ngawur tersebut hari Jumat kemarin kami berjalan menuju Pelabuhan Ratu dari rumah kami di Sukabumi untuk mencari pantai yang sepi. Jarak menuju Pelabuhan Ratu sekitar 60km dari kota Sukabumi dan membutuhkan 2jam perjalanan. Sampai di Pelabuhan Ratu, hari sudah sore. Matahari sudah tidak terlalu terik dan langit-pun sudah menunjukkan gurat lembayungnya. Kami menyusuri garis pantai selatan mencari spot-spot pantai yang sepi atau bahkan tidak ada orang sama sekali. Menariknya, ternyata banyak pantai-pantai yang tidak tampak orang sama sekali.


Ada pantai yang sangat sepi dan cantik tapi sulit untuk di capai jika kita menggunakan kendaraan roda empat. Ada yang mudah di capai namun ramai sekali dengan manusia. Kami menghindari tempat yang ramai, namun mencari tempat yang bisa di akses mudah dengan mobil.


Tibalah kami di sebuah pantai tanpa nama setelah kurang lebih setengah jam menyusuri pantai dengan mobil. Pantainya cantik dengan pasir hitam dan beberapa karang-karang besar dan kecil, ombaknya pun besar, namun pecah dengan indah setelah menbrak karang yang besar sehingga tampak reda ketika tiba di bibir pantai.



Pengunjung pun tidak banyak, mayoritas lebih memilih untuk duduk-duduk di kedai-kedai sambil menunggu matahari terbenam. Sehingga kami punya spot yang sangat luas untuk bermain dan berenang-renang tanpa khawatir berdekatan dengan orang lain.


Ada batu karang besar di pinggir pantai yang memecah ombak menjadi dua, sehingga kalau berdiri di tengahnya, kita akan merasakan sensasi di hantam ombak dari dua arah. Kalau menaiki batu karang itu pun terlihat ada dua kolam kecil yang bisa kita gunakan untuk berendam sambil memandang matahari terbenam. Karang itu sepertinya akan terbenam air laut ketika malam tiba dan air laut pasang, karena banyak sekali biota-biota laut yang bisa kami temui. Kerang, kepiting, beberapa jenis alga dan batu2 yang berwarna-warni.


Tidak jarang teman saya banyak yang bertanya kenapa saya berani ber-wisata padahal masih pandemi seperti ini. Saya sedikit membagikan tips-tips yang saya lakukan agar tetap sehat jiwa an fisik di masa sulit ini.

  1. Tetap lakukan protokol kesehatan kapanpun dimanapun. Masker, hand sanitizer dan menjaga jarak adalah WAJIB. Menerapkannya pun harus tertib, jangan melepas-pasang masker.

  2. Hindari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor. Sesepi-sepinya tempat wisata di kota-kota tersebut, masih cukup ramai untuk di datangi orang.

  3. Carilah spot ber-wisata yang sepi. Hindari tempat-tempat yang memang ditujukan untuk wisatawan, dan carilah local spot yang hanya di ketahui oleh orang lokal. Kalau memang punya keluarga tinggal di daerah, bertanyalah tentang lokasi wisata yang tidak banyak di ketahui orang. Kalau tidak punya, bisa di tanyakan ke teman yang memang orang asli daerah tersebut.

  4. Jika terpaksa banget keseluruhan opsi tidak memungkinkan, pergilah di pagi hari saat masih kondisi masih sepi. Pilihlah tempat yang terbuka dengan ventilasi yang baik, alam terbuka lebih baik. Segera pulang ketika kondisi mulai ramai

  5. Isi perut terebih dahulu, sebisa mungkin hindari makan di restoran. Kalau terpaksa, carilah tempat makan yang sepi dan tidak ada orang, makan dengan cepat dan selesaikan dengan cepat

  6. Pilihlah tempat wisata yang bisa di capai dengan kendaraan pribadi. Sebisa mungkin kurangi bepergian jauh yang membutuhkan kereta api atau pesawat terbang


Bermain di pantai setelah setahun lebih rasanya puas sekali terutama bagi Rana. Namun sayangnya, sampah banyak sekali berserakan dibawa oleh ombak. Dari sampah snack, bekas odol, bahkan Rana hampir menginjak pecahan beling botol bir yang berserakan.


Rasanya sayang sekali Indonesia sudah diberikan alam yang begitu indah oleh tuhan, namun manusianya tidak bisa menjaganya dengan baik. Tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga kelestarian alam dengan membuang sampah di tempatnya