• Imi Surapranata

Mardin baklava café, Kemang : Café dengan konsep fine dining yang elegan

Baru-baru ini, saya mengetahui bahwa Mardin membuka cabang baru di daerah Kemang, tentang Mardin sendiri saya pernah mengulasnya, toko patisserie yang menjual aneka panganan dessert Turki yang lezat. Karena puas dengan rasanya yang lezat di toko utamanya di Jatinegara, saya mengajak anak dan suami untuk mencicipi cabangnya yang baru.


Biarpun namanya café, Mardin mengusung konsep fine dining yang elegan. Terletak di dekat pusat daerah Kemang dan mudah untuk di akses, café ini berdiri di atas bekas rumah megah dengan desain patisserie elegan, plafon kaca tinggi, dan kolam renang besar di bagian belakangnya. Begitu masuk kita akan langsung di suguhkan oleh aneka olahan baklava yang menggiurkan dan dessert-dessert yang tertata elegan. Lebih masuk ke dalam, akan ada coffee bar, tempat kita bisa menikmati secangkir kopi turki sambil menyaksikan pembuatannya yang unik di atas pasir panas.


Kami memilih salah satu spot yang cukup nyaman, dengan kursi-kursi mewah dan lukisan cantik yang menghiasi dindingnya, Pemesanan menu tidak lagi menggunakan buku tapi dengan barcode yang bisa kita pindai dengan telpon selular. Untuk menu utama kami memesan oven-baked kofte dan Lamb chop, untuk minuman kami memesan iced chocolate, Turkish sand coffe, Ottoman fire coffee, orange juice dan virgin mojito. Menu penutupnya kami memesan chocolate sutlac, assorted baklava dan tentu saja my favorie, cheese kunafe.


Oven-baked kofte sendiri adalah penganan daging domba bakar yang di sajikan di atas tungku tradisional turki di lapisi oleh sayuran bakar dan di satukan dengan nasi basmati, salad dan lemon. Nasi basmatinya memang tidak kaya akan rempah-rempah seperti halnya nasi Arab atau India, namun terasa harum dan ringan, menyesuaikan dengan domba bakarnya yang kaya akan rempah-rempah dan terasa masam yang pas. Rotinya adalah roti kebab yang bolong seperti kantung di tengahnya dan terasa renyah dan gurih di luar namun lembut di bagian dalamnya.






Menu lamb chop merupakan potongan daging domba yang terasa lembut dan meleleh di mulut. Untuk setiap gigitannya kita masih bisa merasakan rasa seekor domba dengan kuat, namun sama sekali tidak mengganggu cita rasanya. Di sajikan dengan saus kecoklatan yang asam manis dan gurih, sangat cocok dengan paduan mashed potato yang lembut dan tidak terasa berat (tidak membuat eneg). Side dish-nya adalah potongan sayuran segar seperti tomat, salada dan tentu saja bawang bombai.


Kami juga memesan dua cangkir kopi spesial Turki, Ottoman dan Turkish. Bedanya untuk Turkish rasa kopinya lebih strong di bandingkan Ottoman yang creamy. Penyajiannya pun bisa dengan dua cara, Fire atau Sand. Saya memesan Ottoman Fire special coffee dan Turkish sand coffee. Ottoman fire di sajikan dalam cup kecil dengan pertunjukan api yang menyala di atas meja, sementara Turkish sand di masak terlebih dahulu di atas pasir panas di coffee bar, kemudian di sajikan dalam cup tradisional kopi yang unik. Rasanya tentu saja luar biasa. Saya sendiri lebih menyukai Turkish sand coffee, rasa kopinya kuat, masam namun tidak meningkatkan acid di tubuh kita, dan terasa harum rempah-rempahan. Sementara Ottoman fire kurang kuat rasa kopinya untuk pecinta kopi seperti saya, dan keistimewaannya sendiri hanya karena ada pertunjukan penggunaan api saja di atas meja. Not worth the money menurut saya, karena harga Ottoman fire coffee 1.5x lebih mahal dibandingkan Turkish sand coffee.


Untuk dessert saya memesan cheese kunaffee yang merupakan favorit saya di Mardin Patisserie Jatinegara. Perpaduan keju lembut yang masin dilapisi oleh gula manis yang krispi tentu saja sangat luar biasa. Kejunya pun tidak terlalu masin dan gulanya sendiri tidak terlalu manis. Mereka menyediakan dua rasa, original dan pistachio. Namun karena untuk assorted baklavanya saya sudah memesan pistachio, saya memilih untuk yang rasa original. Keju meleleh ketika di potong, bahkan ketika sudah dingin pun kita bisa meminta untuk di panaskan kembali.



Dari berbagai macam pilihan baklava menggiurkan yang tersaji di counter, saya memilih 4 menu baklava paling favorit, Pistachio, almond dan chocolate. Rasanya tentu saja nikmat, renyah di luar namun lembut dan manis di dalam. Untuk pilihan pistachionya selalu menjadi rasa baklava kesukaan saya. Tapi setelah mencicipi hidangan utamanya yang luar biasa, assorted baklava-nya jadi kehilangan daya tariknya. Bukan karena tidak enak, namun rasa baklava jadi menutupi kenikmatan hidangan utama yang sangat kami nikmati. Sepertinya kalau ingin datang kesini, pesan baklava saja atau menu makanan utama dengan dessert lain agar tidak menutupi rasa menu utamanya.


Kami juga memesan chocolate sutlac, sutlac sendiri sebenarnya adalah hidangan penutup Turki dalam bentuk pudding nasi yang dibuat dengan memanaskan beras, gula, susu dan vanilla sehingga menjadi kental seperti sup kemudian di bakar hingga terbentuk kecoklatan di atasnya. Saya pernah mencoba sutlac dan agak kurang suka karena terlalu manis dan membuat enek karena berat dengan susu, sehingga saya mencoba rasa lain yaitu coklat.


Coklat sutlacnya memiliki tekstur seperti sutlac pada umumnya, kental seperti sup. Namun yang membuat rasanya luar biasa adalah karena coklatnya tidak terasa murahan, seperti memakan coklat-coklat di Eropa, lembut dan sangat milky. Di sajikan dengan potongan cinnamon cookies yang gurih untuk mengkompensasi rasa pudding coklat yang berat, perpaduan keduanya sangat sempurna. Yang paling saya suka adalah orange juice-nya dibuat dari jeruk sunkis segar yang di peras tanpa di tambahkan pemanis apapun. Harganya pun termasuk murah untuk segelas jus jeruk sunkist murni. Rasa masamnya bisa menetralisir rasa domba dan dessert manis bagi yang tidak terbiasa memesan penganan Turki.


Dua minuman lain yang kami pesan, iced chocolate dan strawberry virgin mojito juha tidak kalah segarnya. Bahkan Iced chocolate-nya dibuat dengan coklat Eropa yang tidak terasa murahan, lembu, manis dan sangat mewah.


Mungkin cafe ini memiliki harga yang sedikit mahal di bandingkan cafe pada umumnya karena konsep fine dining, bahkan konon ruang private di sini sering di sewa oleh pejabat negara dan duta besar untuk pertemuan penting. Tapi menurut saya, atmosfer cafe, pelayanan dan rasanya sangat worth the money. Definitely will come again.


Mardin Fine Baklava Cafe

jl. kemang utara No.16B1, RT.06 RW.01 bangka Mampang Perapatan Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta DKI, RT.6/RW.1, Bangka, Mampang Prapatan, South Jakarta City, Jakarta 12730


Open : 12.00 pm

Price : k.l 400.000-500.000 per-orang

0 komentar