• Imi Surapranata

Louwyne Roastery&Fine Foods Sukabumi : Antara seafood, steak dan aroma kopi



Cafe-resto lain yang wajib di kunjungi saat datang ke Sukabumi adalah Louwyne Roastery&Fine Foods. Cafe yang baru berdiri bulan November 2020 ini terletak di lokasi yang strategis di pusat kota Sukabumi. Dari luar mungkin Louwyne tidak terlihat mencolok, hanya berupa rumah kecil putih dengan tulisan yang pun tidak terlalu besar. Pertama datang ke Louwyne, saya awalnya memilih lantai atas yang lebih lengang, namun kolam bundar di tengahnya yang (kata waitress) rencananya akan di bangun air mancur membuat suasana seakan-akan berada di cafe yang belum jadi. Di tambah karena hanya ada dua waitress, kami akhirnya memutuskan makan di lantai bawah untuk menghindari terlupanya pesanan kami.


Lantai bawah Louwyne terlihat megah, dengan plafon, lantai dan meja yang terbuat dari marmer membuat kami seperti sedang makan di restoran di hotel bintang lima. Pelayannya pun sangat ramah dan menyamai kualitas pelayanan di hotel-hotel berbintang. Baik pemilik dan pelayan tidak segan-segan berkeliling menanyakan kabar kami dan apa ada yang kurang puas dari menunya sambil berbincang-bincang dengan ramah.


Menu yang kami pesan pertama kali adalah mushroom soup, tomyam dengan nasi dan couple package seafood with Singapore chili sauce. Untuk minumnya kami hanya memesan es kopi kampung karena couple package seafood sudah termasuk 2 gelas es lemon tea di dalamnya.


Sambil menunggu pesanan, aroma semerbak harum kopi menyeruak dari mesin kopi di meja barista. Sejujurnya ini adalah cafe pertama di Sukabumi yang dari bau kopinya saja saya sudah merasa yakin rasa kopinya pun pasti tidak main-main, apalagi di depan cafe tampak mesin roasting coffee besar. Perkiraan saya Louwyne ini memasok sendiri kopi yang digunakannya, dan house blendnya sendiri kemungkinan adalah racikan dari pemilik/baristanya.


Ternyata benar, rasa kopi pada es kopi kampung yang saya pesan pun memang benar-benar rasa kopi dengan espresso yang kuat dengan perpaduan susu, gula aren dan kopi yang pas. Bagi saya, sejauh saya mengunjungi berbagai macam kafe di Sukabumi, kopi di Louwyne inilah yang paling sesuai dengan lidah saya. Rasa kopinya merupakan perpaduan bitter, acid and nutty flavor yang kuat namun tidak bertabrakan dengan gula arennya. Bagi penikmat kopi yang mencari kopi dengan rasa khas kopi yang berkualitas, louwyne merupakan kafe yang sangat saya rekomendasikan.




Sebagai menu pembuka, kami mencicipi mushroom soup yang kental namun tidak berat di perut. Dimakan dengan irisan roti kering dengan bumbu herbal yang kuat, mushroom soup ini disajikan dengan kuah krim yang gurih. Sangat cocok untuk menu makanan pembuka.





Menu tomyam yang disajikan pun terasa lezat, paduan pedas asam dengan sajian aneka seafood segar, irisan lobak dan tahu sutra. Di dalam tomyumnya sebenarnya sudah di berikan kwetiau, sehingga tanpa perlu memesan nasi pun porsinya bagi saya sudah lebih dari cukup.




Tapi kedua menu di atas tadi kalah ketika sajian utama kami, couple package seafood with Singapore chili sauce tiba. Awalnya memakan seafood ini terasa agak sedikit bertentangan dan aneh dengan konsep mewah yang ditawarkan Louwyne, karena sajian seafood di tuang langsung di atas meja setelah dilapisi dengan plastik. Makannya pun menggunakan tangan dan sedikit berantakan. Tapi siapa yang peduli ketika bau harum kepiting, kerang, udang dan cumi rebus datang dan aromanya menggugah selera. Sebenarnya Singapore chili saucenya dimasak menjadi satu dengan hidangan seafoodnya, namun kami memang rekues untuk dimasak terpisah karena takut terlalu pedas untuk Rana. Rasa hidangan lautnya segar dan tidak amis, sausnya pun terasa lezat, paduan asam manis pedas gurih yang sangat cocok untuk makanan seafood.


Untuk menu penutup, waitress menyarankan untuk memesan doggy mouse untuk Rana. Awalnya saya mengira mouse akan berbentuk boneka kartun anjing yang lucu dan mungil, tapi ternyata yang datang adalah mouse dengan wujud anjing sungguhan yang terlihat nyata. Kelihatannya lucu memang, tapi saya jadi tidak tega memakannya. Saya harus menunggu mouse agak mencair dan tidak lagi berbentuk seperti anjing terlebih dahulu. Rasanya lezat, tidak terlalu manis, tidak terlalu pekat, tidak juga terlalu pahit. Tapi pada akhirnya saya tidak sanggup menghabiskannya karena masih terbayang bentuk anjingnya.



Kunjungan kedua kami ke Louwyne memberikan suasana yang sedikit berbeda konsepnya dengan kunjungan pertama kami. Jika minggu sebelumnya menu kami di sajikan dengan mangkuk-mangkuk besar dan porsi yang cukup raksasa, yang memakannya-pun mungkin agak sedikit bar-bar, di menu kedua ini sajian kami justru tampak mungil, imut namun elegan. Kami memesan Gyoza sebagai menu pembuka, tenderloin import dg saus mushroom dan wedges fries serta salmon mentai. Ketiga menu di sajikan dalam ukuran kecil di piring besar dan mewah. Sendok, garpu dan sumpitnya pun berwarna hitam dengan serbukan warna emas sehingga menambah kesan mewah. Seakan-akan seperti sedang makan di restoran fine dining di kota besar.


Sejujurnya saya sedikit kecewa dengan menu gyozanya, kulitnya tebal sementara isinya sedikit dan bumbunya kurang berasa. Sangat berbeda dengan rasa gyoza sebenarnya di Jepang yang kental dengan aroma jahe dan minyak wijen. Bumbunya pun hanya saos merah, tidak seperti bumbu gyoza biasanya. Berbeda dengan gyoza, salmon mentai di sajikan dengan nasi yang di campur dengan irisan nori dan di lapisi oleh salmon setengah matang dan mayones bakar. Ukuran salmonnya besar, namun sayangnya tidak saya temukan krenyes krenyes telor ikan khas salmon mentai. Mayonesnya pun dibakarnya kurang lama, walaupun secara keseluruhan rasanya tetap lezat.


Yang istimewa adalah tenderloin importnya. Top, mantap, luar biasa. Daging tenderloin dihidangkan bersama potato wedges dan wortel serta jagung yang di bakar. Kematangan tenderloin adalah medium well dan di bakar hanya dengan campuran herbal dan garam tanpa bumbu-bumbu berlebih, namun terasa sangat juicy dan gurih. Bahkan tanpa menambahkan saus mushroomnya pun dagingnya sudah terasa sangat sangat sangat lezat.


Untuk minuman kami memesan segelas Jamaican coffee, yakult leci dan es teh manis. Jamaican coffee sendiri merupakan menu kopi dengan rasa yang cukup unik. Selain rasa espresso di louwyne yang cukup terasa kuat, paduan susu dan sirup mint seakan-akan memperkuat aroma nutty flavor pada kopinya sehingga memberikan sensasi rasa yang cukup unik


Untuk menu penutup kami memesan chocolate lava cake. Saya tahu membuat chocolate lava cake itu tidak mudah, sehingga awalnya saya tidak berekspektasi banyak. Tapi ternyata tidak, cakenya moist dan lembut, coklatnya pun meleleh dengan sempurna dan tidak terasa terlalu pahit. Jika dimakan bersama serpihan oreo yang renyah dan es krim vanilla manis yang dingin membuat paduan pahit-manis, lembut-crunchy, hangat-dingin menyatu dengan sempurna.


Mungkin beberapa menu memang kurang begitu saya rekomendasikan di Louwyne, tapi tanpa memesan makanan pun, kopi yang disajikan Louwyne sudah memberikan nilai plus sendiri di kota Sukabumi. Namun jika ingin memesan makanan berat, seafood atau steak wajib untuk di pesan, tidak lupa di tutup dengan chocolate lava cake.


Selain menunya yang lezat dan pelayanannya yang ramah, pemilik juga bisa menyesuaikan menu sesuai dengan rekues kita jika memungkinkan. Saus pada menu seafood dan bumbu mayones pada salmon mentai kami sebenarnya cukup spicy untuk ukuran anak-anak, namun mereka bersedia merubah sedikit menu agar Rana bisa ikut memakannya namun rasanya tetap lezat.


Tidak ada salahnya sekali-kali minum-minum dan makan-makan cantik di Louwyne jika berkunjung ke kota Sukabumi


Louwyne Roastery & Fine Foods

Jl. Surya Kencana No.52, Sukabumi 43114 Indonesia




0 komentar