• Imi Surapranata

Juicing, sehatkah?


Beberapa hari yang lalu seorang tetangga saya mengirimkan 2 kotak salad dan 2 botol cold-press juice dari sebuah kedai salad bar dekat rumah. Menerimanya saya seperti merasa tertampar. Sejak memulai PSBB awal Maret lalu dan di rumah saja, saya akui kehidupan saya jauh dari kata sehat. Gym tutup sehingga tidak bisa ikut kelas yoga, aktivitas di rumah hanya makan, tidur, nonton and repeat. Belum di tambah tiba-tiba semua orang yang saya kenal di media sosial mendadak menjadi ahli kue dan memancing hobi baking saya. Hari ini cheesecake, besoknya tres le ches, besoknya korean garlic bread.


Lemak, gula, lemak, gula. cek cek cek cek.


Saya ingat waktu saya masih kuliah di Jepang, seorang sensei pernah berkata kepada saya setelah melihat bagaimana 'menyeramkannya' orang Indonesia menambahkan gula ke kopi dan teh. "lihat saja nanti saat usia kalian sudah menginjak kepala tiga, tubuh kalian gak bisa lagi memetabolisme gula dengan baik,"


Dulu saya hanya menganggap angin lalu ucapan sensei, tapi semakin kesini saya semakin merasa perkataan sensei saat itu benar sekali. Akhir-akhir ini tubuh saya mudah sekali lelah, bangun tidur tidak segar lagi, makan Indomie dan kue pun tidak lagi senikmat dulu. Saya sadar bahwa asupan makanan saya tidak bagus, di tambah olahraga yang minim dan hanya duduk-duduk di rumah saja, mau berharap badan sehat dan bugar kan ya gak mungkin.


Makanya waktu tetangga saya berbaik hati membawakan salad dan jus, rasanya seperti sebuah peringatan agar saya mulai kembali hidup sehat. Apalagi akhir-akhir ini saya merasa isi blog saya sudah bergeser dari hobi travelling saya menjadi tentang skin care. Saya pikir, tidak ada salahnya kan menuliskan sedikit pengetahuan saya tentang kesehatan di blog ini. Hitung-hitung dengan menuliskannya di blog akan membangkitkan semangat saya memulai kembali hidup sehat.


Awal tahun 2018 lalu sebenarnya saya pernah beresolusi untuk memulai hidup sehat. Saya bahkan sampai membujuk suami saya untuk membelikan sebuah mesin extractor jus. Pada saat itu juga kebetulan juicing sedang sangat hype, karena hampir semua selebgram rajin memposting aktivitas juicing mereka. Saat itu saya berniat membeli mesin cold press juice, tapi karena harganya yang cukup mahal, saya cukup berpuas hati dengan membeli juice extractornya philips.


Tapi kemudian semakin ke belakang saya semakin tidak semangat untuk memposting kembali aktivitas juicing ini karena saya lihat esensi kesehatan dari juicing yang banyak di share di instastory para selebgram semakin bergeser. Misalnya menghilangkan aktivitas makan pagi yang sesungguhanya dan diganti dengan juicing, atau meminum satu gelas besar jus di pagi hari, satu gelas lagi di siang hari, dilanjutkan malam hari.


Sebenarnya juicing itu sehat gak sih?


Juicing, atau nge-jus, merupakan aktivitas mengekstraksi cairan dari buah-buahan dan sayuran segar. Pada prosesnya, biasanya komponen padat seperti ampas dan biji akan di pisahkan, sehingga cairan yang dihasilkan akan mengandung banyak sekali komponen vitamin, mineral dan zat-zat antioksidan yang memang terkandung alami di dalam sayuran dan buah-buahan.


Biasanya orang melakukan juicing untuk detoksifikasi atau sebagai suplemen vitamin tambahan. Saya tidak akan membahas manfaat nge-jus yang pertama, karena sampai saat ini saya belum menemukan jurnal yang bagus yang membahas tentang manfaat nge-jus untuk detoksifikasi. Saya hanya akan membahas tentang manfaat jus sebagai suplemen vitamin tambahan dalam asupan makanan.


Kalau kita lihat kembali piramida makanan untuk mendapatkan asupan makanan sehat, sayur dan buah-buahan terletak pada baris kedua. Bahkan ada beberapa guideline yang meletakkannya di baris pertama. semua tergantung dari kebutuhan nutrisi masing-masing orang. Tapi yang jelas, sayur dan buah-buahan menduduki posisi penting, dimana 35-40% asupan makanan kita seharusnya adalah sayur dan buah-buahan


Sayur dan buah-buahan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, sayangnya kebanyakan dari kita belum mampu memenuhi kebetuhan nutrisi ini dari asupan makanan sehari-hari saja. Bisa karena memang kita kurang suka akan rasanya, terutama sayuran, atau karena proses 'memasaknya' yang merusak nilai gizi yang terkandung di dalam sayuran (dan buah) ini. Coba ingat berapa kali kita menghangatkan sayuran yang kita masak? yang terkadang kalau tidak habis kita masukkan kulkas untuk di konsumsi keesokan harinya?


Proses memasak sayuran dan buah ini terkadang menghilangkan nilai gizi yang ada, sehingga asupan yang masuk ke tubuh kita menjadi tidak maksimal. Untuk orang-orang yang kurang suka buah dan sayuran, atau untuk mengisi kekurangan nutrisi ini, jus tentu bisa menjadi alternatif. Tapi mengkonsumsinya beberapa kali setiap hari bahkan sampai mengganti makan yang sesungguhnya dengan jus, tentu saja bukan langkah yang baik.


Dalam buah dan sayur terdapat komponen serat yang tidak kalah pentingnya dengan vitamin dan mineral yang di kandung dalam buah dan sayuran. Menghilangkan serat (ampas) ini bukan langkah yang baik. Selain itu, buah mengandung gula yang (walaupun dalam bentuk natural) jika dikonsumsi berlebihan tidak akan baik bagi tubuh kita.


Dibandingkan menggunakan ekstractor, membuat jus dengan blender sebenarnya lebih baik. Karena masih ada ampas yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Namun penggunaan blender biasanya harus di tambah dengan cairan seperti air dan susu, yang membuat rasa manis alami sayuran buah-buahan menjadi berkurang. Akibatnya biasanya kita menambahkan gula tambahan untuk mempermanis rasa.


Untuk mendapatkan manfaat sehat dari juicing, kita bisa melakukan hal-hal berikut ini


1. Gunakan kembali ampas yang terbuang

Ampas yang biasanya tersaring saat proses membuat jus bisa dimasukkan kembali agar kita mendapatkan manfaat dari serat. Kalau tidak terlalu suka, bisa digunakan untuk membuat sup atau makanan lain.


2. Perbanyak sayuran yang digunakan dibandingkan buah

Satu hal sering dilupakan dalam proses juicing ini adalah kalori. Bagiamanpun sayuran dan buah-buahan mengandung kalori. Kalori yang dimiliki sayuran tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan buah. Untuk itu perbanyak porsi sayuran dibandingkan buah-buahan. Buah-buahan bisa digunakan untuk menambahkan rasa manis alami ke dalam jus seperti apel, pisang, jeruk dsb.


3. Diminum di hari yang sama saat pembuatan

Untuk alasan keamanan, selalu konsumsi jus buatan anda di hari dimana jus dibuat. Saya dulu pernah membuat jus untuk 2-3 hari ke depan karena malas mencuci extractor. Akibatnya rasa jus pun berubah karena mengalami oksidasi.


4. Jangan berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah baik. Jus hanya digunakan sebagai asupan tambahan saja terutama kalau anda tidak menyukai rasa sayuran. Bukan untuk sebagai pengganti, bagaimanapun tubuh anda membutuhkan gizi yang seimbang yang di dapat dari karbohidrat, protein dan lemak. Kalau bisa, kombinasikan dengan buah potong segar atau sayuran seperti salad yang lebih sehat dan bermanfaar.


Sekian sedikit tips juicing dari saya. Jangan lupa jika anda memiliki penyakit kronik konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi anda. Salam sehat!



0 komentar