• Imi Surapranata

First Crak Coffee Jl BUMI: Kopi lokal dengan racikan rasa yang mewah


Weekend kali ini suami mengajak untuk mencicipi sebuah café di dekat kantornya, First crack coffee yang terletak di Jl. Bumi, tidak jauh dari pasar mayestik. Saat melihat sekilas instagramnya, saya langsung suka, suasananya terlihat modern minimalis dengan desain industrialis dan paduan aksen kayu dan hitam. Penampakannya-pun tidak terlihat sesak, ruangan indoor terbuka yang luas dengan jarak antar meja yang cukup berjauhan.


Walaupun penampakan instagramnya bagus, saya sedikit ragu karena first crack coffe ini terlihat sudah memiliki beberapa cabang. Selama ini pengalaman saya terhadap restoran atau café yang sudah memiliki beberapa cabang terasa kurang bagus, quality control-nya tidak sebaik café pusatnya. Beruntung saat berjalan mencari-cari tempat untuk duduk dan menghabiskan akhir pekan, hujan turun tiba-tiba, hingga akhirnya kami mampir ke first crack coffee ini.


Dari luar, gedungnya terlihat besar dan megah dengan paduan warna gelap dan tulisan bernuansa orange yang terang. Parkirannya pun luas dengan basement sendiri, sehingga tidak perlu khawatir jika membawa kendaraan kesini. Karena di luar hujan, kami masuk melalui pintu belakang yang seharusnya adalah pintu karyawan. Penampakan dalamnya megah dan lapang, dengan suasana yang nyaman dan cozy serta music yang lembut. Jika saja ada toko buku, mengingatkan saya akan café toko buku dekat dengan apartemen saya di Jepang dulu.


Lantai satu adalah meja barista yang lengang dengan lantai yang dihiasi oleh biji-biji kopi yang memberikan gambaran atas proses pembuatan kopi dari mulai biji hingga roasting. Kursinya di buat rendah dengan anyaman jagung sehingga tidak terkesan kaku, ditambah pohon-pohon besar yang menghiasi dan menjulang hingga ke lantai dua menjadi pemanis sendiri yang tidak tampak berlebihan. Aroma kopi menyeruak memenuhi setiap sudut cafe karena memang biji-biji kopi baru saja di roasting di tempat tepat 15 menit sebelum kami datang.


Kami memilih salah satu sudut di lantai dua yang terlihat lebih nyaman. Dari tempat kami duduk kami masih bisa melihat pemandangan jalanan luar melewati kaca-kaca besar, dan lantai bawah yang luas. Pelayan mengambil pesanan kami dengan sangat ramah. Ketika kami menanyakan menu rekomendasi cafe, pelayan akan menanyakan terlebih dahulu jenis kopi kesukaan kami baru memilihkan biji kopi yang sesuai dengan kesukaan kami.


Kami memesan orange kintamani coffee, raspberry layered coffee mocca, Belgian chocolate ice, robusta latte, chocolate cake dan cinnamon roll. Tidak perlu menunggu lama sampai pesanan bisa kami nikmati karena pelayan bekerja dengan sangat cekatan, penyajiannya pun di tata dengan sangat baik, elegan dan mewah.


Orange kintamani di sajikan dalam pitcher kecil dan gelas berkaki tinggi dengan hiasan potongan jeruk peras disampingnya. Menu ini sendiri adalah menu kopi dari biji kopi kintamani Bali yang disajikan bersama dengan perasan jeruk. Beberapa saat lalu saya pernah berniat mencoba paduan jeruk dan kopi, saat iseng-iseng mencari resep di internet, beberapa pendapat mengatakan bahwa jeruk dan coffee adalah the worst paduan kopi. Konon katanya rasa acid pada jeruk dan rasa acid pada kopi bukan merupakan paduan yang baik. Tapi bagi saya pendapat tersebut salah, ternyata keduanya menyatu dengan baik dan membuat paduan rasa yang unik.


Rasanya memang asam, tapi asam pada jeruk dan kopi memberikan suatu rasa masam yang khas dan unik. Pada tegukan pertama, terasa asam kopi lebih mendominasi, namun setelahnya rasa asam pada jeruk perlahan-lahan muncul di lidah. Saran saya ketika memesan minuman kopi ini, di endapkan dulu beberapa lama agar rasa kopinya menyatu dengan sangat sempurna. Karena ketika di minum di akhir-akhir, justru perpaduan rasa keduanya setelah terendapkan cukup lama memberikan rasa yang eksklusif, manis, asam, pahit menyatu dengan sangat baik.


Raspberry layered coffee mocca adalah menu yang kami pesan karena tertarik melihat pengunjung lain di meja sebelah memilih menu yang sama. Isinya adalah susu, dengan lapisan sirup raspberry dan coklat mocca yang disajikan dengan espresso secara terpisah. Kita cukup menuangkan espresso ke dalam larutan susu raspberry, menghasilkan rasa manis raspberry, pahit coklat moka kopi dan gurihnya susu. Saya pernah mencicipi beberapa minuman kopi serupa di café lain, tapi bagi saya, paduan rasa yang dihasilkan di menu ini sangat unik dan tidak ada duanya.



Belgian chocolate yang sejatinya adalah pilihan anak saya juga rasanya enak, bukan sekedar rasa coklat sachet murahan yang disajikan dengan es batu seperti kebanyakan café lain, tapi coklat kental dengan paduan susu yang gurih. Begitu juga dengan coffee lattenya, karena suami saya kurang bisa meminum kopi arabica dengan kandungan acid yang cukup tinggi, barista membuatkan blend kopi khusus dengan campuran robusta dan arabica yang lezat.


Untuk kuenya sendiri sebenarnya rasanya standar, bahkan bagi saya kue coklatnya cenderung kering dan tidak moist. Cinnamon rollnya terasa enak tapi tidak terlalu istimewa, namun cukup menjadi teman yang pas untuk meminum kopi.


Jika anda datang kesini, variasi kopi yang banyak bisa menjadi pilihan untuk teman berbincang maupun bekerja. Sebenarnya firstcrack coffee ini juga menyediakan makanan berat, namun karena kami baru saja makan di luar, kami memilih untuk tidak memesan menu berat. Namun dengan mencoba beberapa pilihan kopi yang unik di tambah suasana yang nyaman, saya sangat puas dan tidak akan keberatan untuk datang lain kali mencicipi menu istimewa lainnya.


First crack coffee

Jl. Bumi No.10, RT.2/RW.3, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

0 komentar