• Imi Surapranata

D’Green Resto & Café; Café dengan nuansa simpel namun elegan

Kafe lain yang kami kunjungi saat ke Sukabumi adalah D’green resto&café. Café ini adalah café pertama yang kami datangi saat bulan puasa tahun ini.


Suasana bar d'green cafe & resto

Etalase kue-kue di pintu depan

Terletak di Jalan Selabintana yang merupakan jalan besar di Cikole, Café yang termasuk resto ini cukup besar dan terlihat eksklusif jika di lihat dari luar dengan parkiran yang cukup luas. Saat masuk kami langsung di suguhkan oleh etalase kue-kue lucu yang menggugah selera. Meja pun di tata dengan desain yang simpel namun elegan dengan jarak yang cukup jauh satu sama lain di hall yang luas dan asri, sehingga menambah kesan ekslusif sendiri.


suasana indoor cafe ini

Kami melakukan reservasi untuk buka puasa sore hari. Pengalaman selama ini di Jakarta, buka puasa di luar itu sesuatu hal yang sangat tidak nyaman. Restoran yang penuh, orang yang banyak berlalu Lalang, makanan yang terlambat datang, dan lain sebagainya. Namun mungkin karena Sukabumi adalah kota kecil, sementara D’green adalah café yang cukup besar, kami mendapatkan servis dan pelayanan yang sangat top. Pelayannya sangat ramah dan cepat tanggap, makanan datang tepat waktu, dan peletakan makanan pun tidak asal meletakkan. Rasanya seperti makan di restoran fine dining yang mahal. Di tambah café nya yang besar sehingga walaupun cukup banyak orang tapi tidak terasa sesak dan padat.


Menu yang kami pesan adalah Caesar Salad sebagai pembuka, spageti carbonara untuk Rana, Chicken Cordon Blue untuk suami dan Wagyu Rib eye steak untuk saya. Sementara untuk minumannya kami memesan satu gelas teh panas, es kopi kekasih gelap yang merupakan es kopi susu gula aren, crème brulle latte dan coklat panas. Kami juga di berikan menu takjil berupa potongan red velvet cake dengan potongan keju.


Menu makan yang kami pesan


Caesar saladnya di sajikan dalam mangkok besar dengan potongan sayur-sayuran yang segar, daging asap, roti kering dan parutan keju. Rasanya tidak kalah dengan Caesar salad di café dan restoran di Jakarta, tapi tentu saja sayurannya lebih segar dan harganya pun hampir setengah harga restoran di Jakarta. Spageti Carbonara memang menu favoritnya Rana, sehingga saya sering sekali melakukan review untuk menu satu ini. Rasanya tidak kalah dengan restoran-restoran lainnya, namun dengan porsi spageti yang banyak, irisan jamur yang melimpah namun bumbu cream yang ringan.


ribeye wagyu steak, sangat rekomen

Menu yang paling unggulan menurut saya adalah wagyu rib-eye steaknya. Saya memesan steak dengan tingkat kematangan welldone dengan saus black paper, di sertai potato wedges dan salad. Steaknya di sajikan di atas hot plate tepat 3 menit sebelum azan maghrib berkumandang, sehingga saya masih bisa mencicipi steak yang panas dan fresh from the grill. Rasanya tentu saja enak, dagingnya empuk, baunya menggugah selera dan takaran bumbunya pun pas. Walaupun secara penampakan saya agak terkejut karena di sajikan dengan bumbu yang sangat kental, tapi rasanya ringan dan tidak sekental penampakannya.





Yang cukup mengecewakan memang menu chicken cordon blue. Saya secara pribadi memang kurang menyukai menu ini, menu ini dipesan oleh suami saya. Selama ini, saya belum pernah menemukan restoran yang menyajikan chicken cordon blue dengan enak. Karena saya tahu, di hampir setiap restoran, chicken cordon blue itu adalah makanan yang telah di persiapkan dari lama dan disimpan di dalam freezer sebelum di olah saat ada customer yang memesan. Tentu saja saya selalu mendapati kalau tidak ayamnya keras, atau dagingnya rasa kulkas, atau malah pernah dalamnya masih dingin.


Dan hal ini juga yang saya dapati di café ini, chicken cordon bluenya terasa sedikit keras dan mozarellanya pun tidak meleleh. Tapi itu adalah pendapat saya yang memang tidak pernah menyukai chicken cordon blue.


es kopi kekasih gelap dan creme brulle latte

Untuk minuman saya rasa saya tidak perlu mereview tentang teh manis dan coklat panas bukan? Sebagai pecinta kopi tentu saja saya akan mereview tentang 2 es kopi yang kami pesan. Es kopi kekasih gelap dan crème brulle latte. es kopi kekasih gelap ini merupakan es kopi susu gula aren kekinian. Saya pernah mengatakan di tulisan saya sebelumnya, saya belum menemukan café dengan rasa kopi yang pas di Sukabumi ini karena takaran gula/sirup dan susunya tidak pas dan kopinya kurang kuat. Namun es kopi kekasih gelap di D’Green ini memiliki takaran gula aren dan susu yang pas, tidak terlalu berlebih di gula aren. Namun sayangnya memang rasa kopinya masih kurang kuat bagi saya, sehingga lebih terasa seperti es susu gula aren.


Untuk crème brulle latte ini terasa lebih enak karena kopinya lebih kuat di banding es kopi kekasih gelap, tapi kemudian saya ingat, crème brulle latte itu memang seharusnya di buat dengan double espresso bukan? Kalau untuk ukuran double espresso tetap rasa kopinya kurang menendang. Whipped cream-nya pun tidak sebanyak di café lain dan tidak ada tambahan sirup caramelnya. Tapi bagi saya jadi terasa pas, karena rasa kopinya yang kurang kuat sehingga kurangnya whipped cream tidak menambah berat rasa susu.


Menu dessert yogurt cake dengan remahan red velvet

Karena sedang bulan puasa, kami juga mendapatkan satu makanan pembuka berupa potongan red velvet cake dengan potongan keju di dalamnya. Saya akui, rasa kuenya enak sekali. Red velvet cakenya terasa lembut, dan potongan kejunya pun terasa lumer dan menyatu di mulut.


Karena kuenya enak, kami mencoba menambah dua menu kue lagi untuk makanan penutup. Karena yang memesan Rana, saya tidak begitu ingat nama kedua kuenya. Kue yang pertama sepertinya adalah chocolate tartlet dan yang kedua penampakannya seperti yogurt pannacotta cake dengan red velvet di atasnya.



saya tidak tahu namanya, sepertinya chocolate tartlet

Yogurt pannacottanya enak, terasa kuat yogurtnya, lembut dan terasa ringan, tidak membuat eneg. Topping suiran red velvet cakenya pun menambah lembutnya kue. Saya sangat merekomendasikna kue ini jika suatu hari berkunjung ke D’green café and resto. Namun sayangnya chocolate tartlenya fail. Lapisan coklat luarnya sepertinya dibuat dari baking chocolate yang di lelehkan lalu di buat tart. Penampakannya pun kering sekali, dengan retakan disana sini. Rasanya tentu saja seperti penampakannya, kering, pahit, dan ngedagel di langit-langit mulut. Untuk isiannya memang tidak sekering dan sepahit kulitnya, tapi bagi saya tetap saja tidak worth it untuk di cicipi.





Minuman house bar-nya


Untuk menghilangkan rasa ngedagel dari chocolate tartletnya, kami memesan satu minuman lagi yaitu coco loco. Disajikan ala-ala menu bar, coco loco ini adalah minuman soda dan sirup jeruk yang diberikan remukan es, buah leci dan daun mint di atasnya. Rasanya segar dan enak, tentu saja akan lebih enak jika diberikan tambahan daun mint untuk menambah kesegarannya.











So far, suasana D'green cafe & resto ini enak, dekorasi bagus dan elegan, ditambah pelayanan yang ramah adalah nilai plus bagi café ini. Untuk menu sendiri memang sebaiknya di tanyakan ke pelayan mana menu favorit, karena ada beberapa menu yang sangat nailed it, ada juga menu yang lebih baik di perbaiki kembali dari segi rasa dan penampilan


suasana outdoor


D'Green cafe & Resto

Jl. Selanbintana no. 54, Sukabumi Indonesia