• Imi Surapranata

COCO CURRY ICHIBANYA AKIHABARA, Kare halal yang bisa kamu coba di Jepang

Diperbarui: Agt 21

Kare pertama kali diperkenalkan ke negri Jepang pada zaman era Meiji (1868-1912) oleh armada Inggris, saat itu Jepang mengira kare adalah makanan yang berasal dari barat. Konon kare yang diperkenalkan pertama kali ke Jepang menggunakan resep yang telah dimodifikasi menggunakan resep khas Inggris. Saus kare dibuat terlebih dahulu dari bubuk kare, tepung dan minyak sebelum di campurkan dengan rebusan sayuran seperti wortel dan kentang serta daging.


Saat ini kare adalah makanan terfavorit dan terpopuler di Jepang, bahkan melebih kepopuleran sushi dan tempura. Salah satu alasannya adalah sejak diperkenalkannya kare instan pada sekitar tahun 1950-an yang mempermudah penyajian kare dalam rumah tangga dan kafetaria.


Kare instan di Jepang biasanya dijual dalam bentuk blok, yang disajikan bersama dengan nasi, udon atau roti. (saya menyadur gambar dibawah dari website ini)




Sejujurnya selama beberapa tahun ini tinggal di Jepang, saya tidak pernah mencicipi kare Jepang sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena adanya komposisi bahan yang meragukan pada kare blok yang dijual di pasaran. Biasanya saya lebih memilih aman untuk memesan di rumah makan India saat saya ingin menikmati kare.


Namun saat iseng-iseng browsing makanan halal di kepergian saya ke Jepang awal tahun ini, saya menemukan kalau Coco Curry Ichibanya baru saja membuka rumah makan kare halal pertamanya di Jepang. Wah, tidak ada salahnya mencoba bukan?


Berbekal panduan yang tidak banyak, berangkatlah saya dan rana dan adik serta ibu saya ke stasiun Akihabara. Padahal hanya satu tahun sebelumnya saya harus mondar mandir setiap hari di stasiun Akihabara saat mengerjakan disertasi, saya cukup familiar dengan situasi di Akihabara.


Petunjuk di situs hanya mengatakan bahwa rumah makan ini terletak tidak jauh dari stasiun Akihabara.


Tibalah kami di sebuah rumah makan Coco Curry tepat di seberang stasiun Akihabara. Namun ibu saya merasa ragu, karena salah satu menunya adalah kare babi. Biasanya, rumah makan di Jepang hanya di labeli muslim-friendly, jika menyediakan ayam dan daging halal namun masih menyajikan babi, atau halal-certified, jika memang sudah tidak menyediakan daging babi sama sekali.


Kare Jepang yang tidak halal di depan stasiun Akihabara

Sumber yang saya baca mengatakan kalau restoran ini sudah bersertifikat halal dan tidak lagi menyajikan daging babi.


Hampir saja kami menyerah dan ingin pulang kembali ke rumah, apalagi angin malam musim dingin sangat tidak ramah. Beruntung adik saya masih mau berlari kesana kemari mencari rumah makan karenya.


Tidak lama bertemulah kami dengan restoran kare halal yang dimaksut. Gedungnya berwarna hijau dan terletak beberapa blok di samping gedung yodobashi kamera.


restoran curry house cocoIchibanya halal

Jadi jika ingin mencicipi kare halal ini, berhati-hatilah dengan penamaan yang hampir sama dan lokasi yang berdekatan dengan coco curry yang tidak halal


Rumah makan ini kecil, hanya tersedia 10 kursi yang disusun paralel seperti bar. Ada banyak sekali menu yang tersedia, namun rata-rata adalah curry rice. Kamu bisa memesan menu mana yang kamu inginkan, banyaknya nasi, lalu level kepedesan yang kamu mau. Lucunya, jika kita meminta nasi setengah dari nasi yang disediakan, kita harus membayar 50 yen.


beberapa contoh menu di curry house cocoichibanya

Saya memesan chicken cutlet curry rice dengan level kepedasan 2, adik saya memesan menu yang sama dengan level 3.


chicken cutlet curry yang saya pesan

Ibu saya memesan beef curry rice level 3.


beef curry yang di pesan ibu saya

Saya juga memesan green salad dan chicken karagee untuk Rana.


green salad


chicken karaage dan kentang untuk rana



Berbeda dengan kare india yang penuh cita rasa, kare Jepang rasanya lebih menyerupai saus bachamel dengan mengganti susu dan keju dengan bubuk kare. Tidak terlalu padat dan juga tidak terlalu pedas. Gak ada salahnya kalau kamu mencoba makanan yang satu ini jika datang ke Jepang, saya sendiri lebih menyarankan chicken cutlet curyynya. Chicken cutlet yang disajikan gurih dan renyah, rasanya sangat cocok dipadukan dengan bumbu kare.


Namun saya secara pribadi lebih menyukai kare india dengan roti prata dibandingkan kare Jepang dengan nasi. Selain saya kurang begitu menyukai saus apapun yang kental, rasanya kare kental dan nasi bukan perpaduan yang pas untuk saya.


Tapi sepertinya bagi orang Jepang pendapat ini tidak benar mengingat kepopuleran makanan yang satu ini di sana.


Harga yang disajikan pun sebenarnya tidak terlalu mahal, 950-1200 yen per porsi.


So, rasa-rasanya wajar jika kare kini menjadi makanan yang sangat populer di Jepang


#kulinerhalaljepang #reviewmakananjepang #berkelilingjepang #travellinghalal #travelbersamaanak