• Imi Surapranata

5 Hal yang harus kamu persiapkan sebelum jalan-jalan ke Jepang



Jepang merupakan salah satu destinasi wisata favorit orang Indonesia, terutama saat musim semi. Kemudahan memperoleh visa, harga tiket yang terjangkau dan budaya Jepang yang menarik membuat banyak orang memilih Jepang sebagai salah satu tujuan wisatanya.


Di postingan kali ini saya ingin mencoba membagikan tentang tips, trik dan hal yang perlu kamu ketahui (dan persiapkan) sebelum kamu pergi ke Jepang


1. VISA


Ada banyak jenis visa yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang untuk wisatawan dari Indonesia. Kalau passport kamu adalah passport biasa, kamu harus mengajukan visa baru setiap mau bepergian ke Jepang. Tetapi jika kamu sudah memiliki e-passport, kamu cukup sekali mengajukan visa waiver dan bisa bepergian berkali-kali ke Jepang dalam jangka waktu 2 minggu setiap perjalanan


Persyaratan membuat visa bisa di cek di web kedutaan Jepang di Indonesia. Saya tidak akan membahas secara detail tentang persyaratannya disini. Saya sendiri sudah lama sekali tidak mengurus visa Jepang, setelah visa resident saya hangus pemerintah saya memberikan saya akses multiple visa.


contoh visa Jepang

Pengajuan visa Jepang termasuk yang mudah pengajuan dan persyaratannya, jarang sekali visa Jepang di tolak asal kamu mempersiapkan semua dokumen yang diminta, biasanya visa akan siap dalam 4-5 hari kerja. Jika kamu adalah pemegang e-passport, kamu harus registrasi passportmu terlebih dahulu agar dapat menikmati bebas visa.


2. TIKET PESAWAT


Bookingan tiket pesawat adalah salah satu syarat dari pengajuan visa. Ada beberapa orang yang memilih membooking terlebih dahulu sampai visa keluar, namun banyak juga yang percaya diri langsung membelinya bahkan sebelum memiliki visa. Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, pengajuan visa ke Jepang memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk di tolak.




Secara pribadi, saya bukan termasuk yang suka untuk membeli tiket dari jauh-jauh hari. Karena pengalaman saya selama ini justru tiket ke Jepang itu biasanya murah jika kita membelinya beberapa hari sebelum keberangkatan.


Duluuu sekali saya pernah membeli tiket pesawat 3 bulan sebelumnya untuk anak saya dari Jakarta ke Tokyo, menggunakan maskapai yang harus sekali transit di negri sebelah. Namun 3 hari sebelum keberangkatan, maskapai penerbangan Jepang megadakan promo direct flight dengan harga setengah dari harga tiket yang sudah saya beli. Tentu saja saya harus membatalkan tiket yang pertama dikarenakan sulitnya membawa anak dalam penerbangan transit.


Pernah juga saya menggunakan salah satu maskapai negri jiran dan mendapatkan kursi bisnis dengan harga cukup setengah dari harga yang di tawarkan maskapai lokal di kelas ekonomi, dengan membelinya tepat dua hari sebelum keberangkatan.


Tentu saja hal ini mudah dilakukan jika kamu sudah memiliki visa waiver atau multiple sebelumnya. Kalau belum memiliki visa, saran saya rajin-rajinlah mengecek harga tiket dimanapun dan kapanpun. Harga yang ditawarkan di pameran belum tentu lebih murah dari yang dijual diagen atau membelinya langsung di maskapai, begitupun sebaliknya.


3. TEMPAT MENGINAP


Rata-rata perhitungan harga hotel di Jepang adalah harga per-kepala, bukan harga per-kamar. Terkadang membayar dua kamar hotel sama harganya dengan membayar satu kamar berdua. Harga hotel di Jepang sendiri bisa dibilang cukup tinggi jika ingin bepergian dengan dana terbatas.


Beberapa tahun terakhir keberadaan airbnb sangat membantu untuk mengatasi masalah biaya hotel ini, harganya lebih murah, tempatnya lebih luas dan dapat digunakan untuk menginap beramai-ramai bersama keluarga atau kawan, sehingga akan mengurangi biaya pengeluaran. Tapi kemudian sekitar awal tahu lalu keberadaan airbnb menjadi masalah karena banyaknya tamu-tamu airbnb yang belum memahami kehidupan bertetangga orang Jepang. Seperti berbuat keributan di malam hari atau membuang sampah tidak sesuai dengan aturan harinya.


Sekarang kita masih bisa menikmati airbnb di Jepang kok, namun dengan peraturan dan persyaratan yang cukup ketat. Pilihannya pun tidak lagi sebanyak dulu dan harganya menjadi sedikit lebih tinggi. Saran saya jika ingin menggunakan airbnb, pilihlah airbnb yang dikelola oleh orang Jepang asli, bukan yang dimiliki oleh orang asing yang bahkan tidak tinggal di Jepang.


air bnb yang saya sewa beberapa waktu lalu, saya lebih memilih menyewa rumah dibandingkan apartemen


Biasanya airbnb baru memperbolehkan kita untuk check-in jam 4 sore dan tidak semua airbnb mengizinkan untuk meletakkan barang terlebih dahulu. Kalau kamu mendapatkan host airbnb yang tidak memperbolehkan meletakkan barang sebelum check-in, locker coin bisa menjadi pilihan untuk menyimpan koper. Ada banyak locker coin harian yang tersedia di seluruh Jepang terutama di stasiun, harganya bervariasi tergantung sebesar apa locker yang akan kamu sewa.


Fasilitas penyewaan loker di stasiun

Kalau tidak ingin direpotkan dengan airbnb, hotel bisa menjadi pilihan. Biasanya saya dan keluarga selalu memilih hotel yang dekat dengan stasiun dan menyediakan fasilitas mesin cuci, favorit kami adalah jaringan APA hotel.


Jika anda dan keluarga ingin menikmati pegunungan Jepang yang asri namun dekat dengan akses transportasi, area shopping dan ski resort, cottage yang disediakan prince hotel bisa menjadi pilihan. Harga tidak terlalu mahal, namun cozy, nyaman dan tenang. Saat musim dingin, harga cottage ini akan meningkat drastis dikarenakan banyaknya permintaan.


salah satu cottage di prince resort

4. TRANSPORTASI


Transportasi di Jepang sangatlah mudah dan nyaman, saya sudah beberapa kali bepergian ke beberapa negara dan belum menemukan kenyamanan bertransportasi umum seperti di Jepang. Namun memang kita harus merogoh kantong yang tidak sedikit untuk membayar kenyamanan ini.


Kereta adalah transportasi utama di Jepang, biaya tiket keretanya cukup tinggi jika di bandingkan tiket komuter KRL. Kalau kamu cuma berniat untuk berjalan-jalan di sekitar Tokyo, kamu bisa membeli tiket untuk tiap kali perjalanan atau top up suica card untuk menghindari antrian tiket. Tapi kalau kamu berniat untuk mengunjungi kota lain, ada beberapa alternatif tiket perkereta-apian yang bisa kamu coba.


A. JR PASS (dan regional JR pass) :


JR pass merupakan cara paling mudah dan murah mengelilingi Jepang dengan kereta. Kamu bisa menaiki kereta apapun selama masih berada dalam lingkup kelompok JR grup (termasuk kereta shinkansen, kecuali shinkansen NOZOMI dan MIZUHO). Dengan JR Pass kamu bisa menaiki kereta JR berapa kalipun dan dimanapun tanpa perlu membayar lagi. Saya sendiri baru bisa menikmati fasilitas JR pass ini sejak visa permanent resident saya hangus, karena JR pass hanya bisa dinikmati oleh orang asing dengan visa temporary visitor.


Paket JR pass dijual dengan pilihan paket 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Kamu bisa membelinya di agen-agen penjualan di Indonesia, atau jika tidak sempat bisa kamu dapatkan di stasiun besar dan bandara di Jepang, namun dengan harga sedikit lebih tinggi. Harga tiket paling murah adalah kelas ordinary 7 hari yang dijual dengan harga 29.110 yen atau sekitar 3.9 juta rupiah. Kelas Ordinary ini maksutnya adalah, kamu hanya boleh menaiki gerbang non-reserved seat. Jadi jika kamu menaiki kereta shinkansen yang penuh, terutama saat peak season, ada kemungkinan kamu harus berdiri sampai tempat tujuan.


Tiket JR pass yang diterima dari agent di Indonesia

Saat membeli JR pass di Indonesia, kamu hanya akan mendapatkan prinan tiket yang harus kamu bawa dan tukar dengan tiket sungguhan di bandara atau stasiun-stasiun besar. Harus diingat bahwa antrian menukar JR pass ini sangat panjang terutama saat musim liburan.


Tempat penukaran JR pass di bandara

Setelah menukar JR pass ini kamu bisa menaiki kereta lokal atau shinkansen selama masih berada dalam lingkup JR grup kemanapun yang kamu mau, tapi kamu hanya bisa menaiki gerbong unreserved dengan kemungkinan berdiri saat musim liburan. Jika ingin menghindari kemungkinan berdiri saat peak season, kamu bisa mereserved tiker terlebih dahulu menggunakan tiker JR pass kamu

tiket reserved shinkansen

Informasi lebih jelas tentang JR pass bisa kamu lihat disini


Option lain jika kalian tidak ingin pergi dengan jarak yang sangat jauh, kamu bisa memilih regional JR pass. Sama seperti JR pass, kamu masih bisa menikmati akses shinkansen dan local train dalam kelompok JR Group secara bebas dengan regional JR Pass. Namun bedanya, regional JR pass hanya bisa digunakan untuk area-area tertentu tergantung dari tipe tiket yang kalian pilih. Area JR Group sendiri bisa di bedakan menjadi JR east, JR west, JR Hokkaido, dll. Harganya bervariasi tergantung seluas apa area yang akan kalian datangi.


Tiket JR-West Rail Pass

Tanyakan pada agent tiket apa yang mereka jual dan sesuaikan dengan kebutuhan itinerary kamu.



B. SEISHUN 18 TICKET (Sheisun jyuuhachi kippu)


Untuk yang memiliki keterbatasan dana namun ingin bepergian ke banyak tempat di Jepang, kamu bisa membeli tiket sheisun 18 di stasiun-stasiun besar. Dengan harga tiket sebesar 11.850 yen, atau sekitar 1.5 juta rupiah, kamu bisa menaiki JR train di seluruh Jepang dari Hokkaido sampai Okinawa. Namun, tiket sheisun 18 ini tidak dapat digunakan untuk menaiki shinkansen.


tiket kereta sheisun 18. 1 tiket hanya bisa digunakan untuk 5x24 jam

Satu tiket sheisun 18 dapat digunakan untuk 5 kali. Bisa satu orang yang sama untuk 5 hari, atau 2 orang berbeda masing-masing 2 dan 3 hari, atau bahkan untuk 5 orang berbeda di hari yang sama. Kamu akan mendapatkan stempel setiap tiket baru digunakan dan tiap stempel berlaku untuk 24 jam. Jika kartu kamu sudah mendapatkan lima stempel, maka kartu sudah tidak dapat digunakan lagi.


Zaman dulu saat saya masih mahasiswa di Jepang dimana tidak memeliki akses terhadap JR pass, saya dan suami bepergian ke Kyoto dari Tochigi menggunakan sheisun 18 ticket ini. Kami membutuhkan waktu 11 jam untuk tiba di Kyoto, bandingkan dengan kereta shinkansen yang hanya membutuhkan waktu 3.5 jam



Untuk merencanakan perjalanan, kalian bisa mengecek jadwal keberangkatan kereta di situs jorudan atau hyperdia. Secara pribadi saya lebih senang menggunakan jorudan karena lebih mudah penggunaannya. Jadwal kereta di Jepang sangat tepat waktu bahkan hingga ke hitungan detik, sehingga sangat mempermudah untuk mencari alternatif jalan jika kita ingin bepergian ke suatu tempat.


Selain kereta, bis dan taksi dapat menjadi alternatif. Bis biasanya di gunakan untuk mengakses area-area yang jauh dari stasiun. Kalau kamu pecinta pemandangan alam, kamu pastinya akan sering menggunakan bis dari stasiun terdekat. Namun untuk perjalanan di dalam kota, bis cukup jarang digunakan karena orang Jepang lebih memilih untuk berjalan kaki.


Jadi jangan heran jika bertanya tentang arah jalan ke orang Jepang, mereka mungkin akan menganjurkan kamu untuk berjalan kaki 2 km, yang menurut mereka dekat.


suasana di dalam bis Jepang

Halte bis di Jepang hanya berupa stand kecil, bahkan terkadang hanya berupa plang tanpa atap. Jadwal bis di tulis dalam bahasa Jepang. Tidak seperti halnya kereta yang sangat tepat waktu, terkadang bis akan telat tergantung seberapa macetnya jalanan.



Saat menggunakan bis, bayarlah dengan uang koin saat turun. Jika tidak memiliki uang koin, kalian harus menukarnya terlebih dahulu di mesin penukar uang di dekat supir. Tekanlah tombol jika kalian ingin berhenti di pemberhentian berikutnya.


Tombol untuk menghentikan bis di halte yang di tuju


Taksi adalah alternatif lain, namun memang harganya cukup mahal jika di bandingkan dengan taksi di Indonesia.


5. TELEPON DAN INTERNET


Ada beberapa hotel yang menyediakan fasilitas telpon dan internet gratis untuk konsumennya. Beberapa hotel biasanya menyedaiakan satu smartphone di kamar untuk memberikan akses internet, telepon dan area guide kepada tamu. smartphone tersebut bisa di bawa kemanapun selama kamu masih menginap di hotel tersebut.


Cek ketersediaan fasilitas ini di hotel kamu masing-masing


Atau kamu bisa membeli pre-paid SIM di bandara, kamu bisa membelinya di vending machine atau agent-agent perjalanan yang tersebar di airport.


Mesin penjual kartu SIM pre-paid

SIM pre-paid yang di jual agent

Kalau kamu tidak suka harus melepas kartu SIM kamu atau jika bepergian dalam kelompok besar, pocket wifi bisa menjadi pilihan karena dengan harga yang sama bisa di akses oleh beberapa orang.


Untuk yang tinggal di airbnb biasanya host akan memberikan pocket wifi untuk klien, namun pengalaman saya beberapa kali menggunakan airbnb di Jepang, wifi yang di sediakan tidak terlalu cepat. Cukup cepat untuk membuka whatsapp dan goodle map, namun lambat jika kita gunakan streaming atau menonton youtube.


Free Wifi biasanya tersedia di tempat-tempat tertentu seperti stasiun dan kereta, namun sangat disayangkan sinyalnya akan putus sambung, terutama jika kereta memasuki terowongan.


Bagi kalian yang sangat membutuhkan internet di manapun dan kapanku, banyak wifi rental yang tersedia di seluruh Jepang. Sejak dulu sampai sekarang saya selalu menggunakan fasilitas dari wi-fi rental store. Saya beberapa kali mencoba tempat penyewaan lain namun cukup mengecewakan fasilitasnya, apalagi jika menyewanya dari agen perjalanan di Indonesia, selain harganya mahal, sinyalnya pun sangat lambat. Membuka pesan di whatsapp saja sulit.


Kamu bisa memesan wifi terlebih dahulu secara online di Indonesia dan mengambilnya langsung di bandara, tergantung bandara apa yang menjadi tempat kedatangan pertama kali di Jepang. Saya biasanya ke Jepang melalui bandara Narita atau Haneda, wifi akan di drop di QL2 counter di bandara Narita atau di ABC counter jika kita menggunakan bandara Haneda.

counter pengambilan wifi di bandara narita

Option lain bisa dengan meminta untuk di kirimkan ke hotel atau mengambilnya sendiri di kantor wifi rental store di daerah akihabara.


Nanti kalian akan mendapatkan paket berupa buku panduan, pocket wifi, charger, dan map untuk mengembalikan wifi jika sudah selesai digunakan.


paket yang akan kalian terima

paket wifi yang akan kalian terima di dalam map


Mengembalikannya pun mudah, hanya tinggal meletakkan semua dokumen dan printilan di map tersebut lalu kita drop di kotak post yang tersebar dimana-mana, bahkan di bandara.


kotak post yang tersebar di Jepang, cukup masukkan amplop berisi printilan rental wifi ketika akan mengembalikannya

Sekian postingan saya tentang hal yang harus kamu persiapkan jika ingin bepergian ke Jepang. Tulisan lain tentang Jepang akan saya tambahkan di postingan-postingan berikutnya


Selamat berlibur...


#jalanjalanJepang #liburan #TipskeJepang