• Imi Surapranata

10 street food yang harus kamu coba di Jepang

Diperbarui: 5 Nov 2019


Ketika bepergian ke suatu negara, mencicipi makanan khas negara tersebut adalah hal pertama yang menjadi prioritas saya. Namun biasanya bahan-bahan yang digunakan kadang meragukan, pun jika ada yang menjual makanan bersertifikat halal biasanya harganya jauh lebih mahal dan sudah kehilangan keotentikan rasa aslinya.


Bagi saya, street food atau jajanan jalanan bisa menggambarkan keaslian rasa daerah tersebut yang sesungguhnya. Cukup sulit memang mencari street food yang muslim-friendly, biasanya saya akan mencari option makanan vegan atau seafood untuk mencari aman, tapi memang harus dipastikan kembali pada penjual apakah mengandung bahan-bahan yang tidak layak kita konsumsi.


Banyak sekali sebenarnya pilihan jajanan jalanan yang tersedia di Jepang terutama saat ada matsuri atau festival. Namun sayangnya memang tidak semua bisa kita makan. Tapi jangan takut, orang Jepang cukup kooperatif dan menghargai pilihan makanan kita, jadi jangan ragu untuk bertanya tentang kandungan makanan yang akan kita beli.


Jajanan yang akan saya paparkan di bawah ini memang tidak memiliki sertifikat halal, namun bahan-bahan yang digunakan sejauh ini cukup ramah untuk muslim. Tetap tanyakan kembali kepada penjual tentang penggunaan bahannya untuk lebih meyakinkan kamu.


1. Taiyaki



Kalau kamu penggemar manga atau anime Jepang, pasti tidak asing dengan scene dimana tokohnya mempermasalahkan apakah kamu makan kue ikan dari kepala atau ekor. Ya, Taiyaki atau kue berbentuk ikan ini merupakan salah satu jajanan khas Jepang yang cukup populer. Terbuat dari adonan campuran tepung, telur, gula, garam, susu dan minyak nabati yang dimasak di atas panggangan berbentuk ikan, Taiyaki biasanya diisi dengan pasta kacang merah, custard, ubi atau bahkan coklat. Hanya dengan merogoh kocek 150 yen, kamu bisa merasakan Taiyaki yang hangat dan empuk dengan isian yang berlimpah.



Sekarang mulai bermunculan inovasi baru dari taiyaki termasuk taiyaki croissant dengan isian coklat yang saya beli sekitar satu tahun yang lalu.


2. Dango

Salah satu manga favorit saya saat SMP dulu adalah manga historis zaman samurai tentang seorang gadis penjual dango. Gak heran waktu pertama menginjakkan kaki di Jepang zaman kuliah, dango adalah makanan pertama yang saya cari. Terbuat dari campuran tepung beras machiko dan kotakuriko, dango biasanya dibentuk bulat dan ditusuk dalam tusukan sate sebelum dibakar di baluri berbagai macam saus. Setiap daerah memiliki kekhasan sendiri dari saus dangonya, ada yang terbuat dari soy sauce, goma, anko hingga dibaluri saus asin dan di lapisi nori.



Pastikan kembali bahan-bahan yang terkandung di dalam saus dango, karena terkadang ada daerah yang mencapur mirin kedalam saus. Jika ingin aman, kamu bisa dengan mencicipi dango polos tanpa saus. Bahkan saat musim semi biasanya dango dijual dengan berbagai macam warna untuk menyambut musim semi.




3. Takoyaki

Snack Jepang yang cukup populer di Indonesia ini konon berasal dari daerah Osaka. Terbuat dari adonan tepung yang diisi dengan potongan gurita dan asinan jahe sebelum kemudian digoreng di penggorengan khusus berbentuk bulat. Takoyaki biasanya ditaburi dengan mayonaise, saus dan katsuoboshi atau dried bonito flakes. Kurang afdol rasanya memakan takoyaki jika tidak dimakan langsung panas-panas, sedikit renyah diluar namun memiliki adonan yang gooey dan meleleh di dalamnya.


Takoyaki


4. Gyoza



gyoza

Gyoza adalah versi Jepang dari Chinese dumpling Jiaozi, gyoza aslinya adalah campuran daging dan sayuran yang di bungkus adonan tipis kulit dumpling kemudian di masak dengan cara di goreng sambil di steam. Karena isiannya yang mengandung daging, saya sangat tidak menyarankan untuk makan Gyoza di sembarang tempat. Banyak restoran gyoza yang mulai mendapatkan sertifikat halal, jadi tidak ada salahnya mencicipi jajanan satu ini kalau kamu pergi ke Jepang.


5. Crepes

Crepes banyak tersebar di pinggir jalan terutama di daerah seputar Shibuya, Shinjuku dan Harajuku. Biasanya kedai penjual crepes memasang tampilan dummy makanan yang sangat menarik.Kamu bisa memilih crepes dengan berbagai macam isian buah atau matcha, hindarilah crepes asin karena biasanya mengandung daging yang tidak halal.



6. Imagawayaki


Imagawayaki dengan isian kacang putih

Konon zaman dahulu kala ada seorang penjual Imagawayaki yang tidak laku, sang penjual mencari ide untuk menjajakan adonannya dengan merubah bentuk imagawayaki yang bulat menjadi berbentuk ikan. Ya, Imagawayaki adalah asal-usul dari Taiyaki. Terbuat dari adonan tepung yang sama, Imagawayaki berbentuk bulat dan biasanya lebih tebal dan penuh di banding Taiyaki. Isinya bisa pasta kacang merah atau kacang putih, namun ada beberapa vendor yang sudah mulai menjual dengan isian custard, keju atau coklat.


7. Yakiimo



Yakiimo adalah ubi manis Jepang yang dibakar di oven batu, rasanya hampir menyerupai ubi cilembu. Yakiimo bisa di dapatkan dari penjual tradisional di pinggir jalan atau di supermarket.


8. Kakigori

Kakigori atau es serut yang disiram sirup banyak dijual saat musim panas terutama di festival. Zaman dulu kakigori di sediakan untuk keluarga kerajaan saat musim panas dari es yang dikumpulkan di musim dingin. Awal dulu saya berpikir, rasanya pasti akan lebih enak jika ditambahkan ABCDE seperti es campur dibanding hanya sirup. Tapi semakin lama saya semakin tahu kalau ternyata rasa Kakigori itu berbeda tergantung darimana sumber air yang digunakan. Konon kakigori yang diambil dari sebuah sungai di daerah Niko adalah yang paling enak di Jepang.


9. Okonomiyaki dan Monjyayaki


Okonomiyaki berasal dari kata Okono, "apapun yang kamu suka", dan yaki, "memanggang". Okonomiyaki adalah pancake Jepang yang hampir menyerupai bakwan. Terbuat dari adonan tepung terigu, telur, irisan kol dan isian lain yang kamu suka dan diakhiri dengan taburan mayonaise, saus okonomiyaki dan bonito flakes. Rasanya hampir menyerupai takoyaki dengan isian yang lebih variatif dan kol yang banyak.


Monjyayaki, kawannya, juga memiliki adonan yang sama dengan okonomiyaki dan takoyaki namun memiliki adonan yang lebih encer sehingga hasil akhirnya tentu saja lebih berair dibanding okonomiyaki.


Monjyayaki

10. Aneka Seafood

Seafood merupakan makanan utama di Jepang yang merupakan negara kepulauan. Sangat mudah menemukan penjual makanan pinggir jalan yang menjajakan seafood dengan metode pemasakan yang berbeda-beda. Ada yang dimakan langsung mentah, di bakar, di rebus, atau diasinkan sebelum di asapi


makanan laut Jepang sangat segar bahkan enak dimakan mentah

Kaki King crab yang dibakar

Shioyaki, salah satu jajanan populer di festival

Beberapa dari makanan itu bisa kamu lihat di video channel youtube kami dibawah




Happy Travelling!

#kulinerhalaljepang #reviewmakananjepang #berkelilingjepang #travellinghalal #travelbersamaanak